Saat ini semakin mudah dijumpai anak yang mengalami
keterlambatan atau gangguan bicara-bahasa. Seberapa tinggi gangguan bicara ini dialami oleh
anak Indonesia, memang belum ada angka resmi. Namun perlu dicermati hasil Data Surveilans
dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial, Ikatan Dokter Anak Indonesia
(IDAI) di 7 RS Pendidikan di Indonesia (Surabaya, Jakarta, Bandung, Palembang, Denpasar, Padang
dan Makasar) pada tahun 2007, yang menunjukkan bahwa gangguan bicara-bahasa merupakan
salah satu gangguan perkembangan yang paling dominan diantara berbagai jenis gangguan
perkembangan anak lainnya. Besarnya insidens gangguan bicara-bahasa di 7 kota besar tersebut
berkisar antara 8-33%, dengan rata-rata berkisar 21%.










